Kamis, 27 September 2012

Live to Love

Pernahkan sebuah tanya mengetuk benakmu,
Andai kamu tak pernah mencintai, siapa dirimu saat ini?
Andai kamu tak pernah mencintai, mungkin kamu takkan bersahabat dengan gincu di bibir atau perfum sandalwood yang wangi.
Andai kamu tak pernah mencintai, kamu takkan pernah tersenyum dan bersuka hati karena dia yang istimewa memandangi.
Andai kamu tak pernah mencintai, hatimu takkan pernah terbakar api kala seorang dia dengan kawanmu bergandeng pergi.
Andai kamu tak pernah mencintai, kamu takkan pernah belajar berkorban hati demi bahagia dia yang kamu kasihi.
Andai kamu tak pernah mencintai, kamu takkan pernah menyadari bahwa kerlip bintang sanggup damaikan nurani.
Andai kamu tak pernah mencintai, air matamu takkan mengalir deras di pipi dan isakmu terdengar malam hingga pagi karena luka dalam di hati yang sakitnya tiada terperi.
Andai kamu tak pernah mencintai, kamu bukanlah dirimu yang kini.


Karena itu kubertanya:
Mengapa kamu berhenti mencinta?
Mengapa hatimu beku bagai tak berjiwa?
Setelah semua yang cinta ajarkan, mengapa kini kamu mengusirnya?
Karena kamu kira dia bukan untukmu, dan kamu takut bila kamu tetap mencinta


Sakitkah yang kan melanda?
Mengapa kamu takut sakit terasa?
Dengan sakit kamu kan lebih bijaksana...!!!
Mengapa kamu takut menderita?

Derita mengajarmu banyak perkara...!!!
Hal yang paling menyedihkan di hidupmu bukanlah kematian yang entah kapan akan kamu tuju, namun di kala hati merahmu membiru beku, tiada lagi sepercik cinta tuk membakar sumbu.

Kawanku..., teruslah mencintai.
Bagi hidup, itulah esensi, walau ujungnya tiada pasti, atau pasti membangun pilu nurani,
Teruslah mencintai.
Junjung tinggi cinta suci,
Sebab hanya yang suci yang akan abadi.
Teruslah mencintai.
Selamat mencintai.


Dedicate to someone

2 komentar:

  1. Koreksi : Live??? bener itu nulisnya wi? Live kayak yang di tipi-tipi atau konser Live?? haaa??

    BalasHapus