Jauh ketika seseorang tak lagi bisa meraih mimpi, pasti tetep
tergores satu harapan yang nggak tau sampai kapan hilang, bahwa keajaiban pasti
terjadi. Dan Iman itu yang belum pernah ditemui di dunia. Bahkan oleh pemuka
Agama sekalipun.
Mungkin semua orang berfikir bahwa harapan itu salah, tapi
buat aku, bukan cuma kebahagian ketika ada tangan yang membelai punggung. Tapi
juga hangatnya ciuman di atas basuhan.
Kerinduan yang nggak pernah terpuaskan, bahkan rasa haus
yang tidak menemukan mata air. Sungguh, mungkinkah ini kebutaan...??? Nggak
sanggupkah adanya pelukan dan jari yang mampu menghapus air mata, hingga tangan
yang sanggup memberi hangatnya pelukan.
Maafkan aku, mungkin aku nggak pernah bisa jadi jawaban.
Tapi jika saja ada api yang bisa menandingi besar dan hangatnya cinta yang ku
berikan.
Mungkin hanya airmata yang sanggup menemani setiap pijakan
kaki dan luruhnya debu bukit. Semua ku lakukan sendiri, dan cinta ini aku sendiri,
dan biar kurasakan sendiri, yang tetap akan ku pendam, walau kadang tetap saja
muncul ke permukaan.
Aku melepas km pergi.... pergilah kekasihku.....
Tapi ijinkan rasa ini tetap ada di diriku.... dan bagiankulah untuk berjuang melawan diriku sendiri.
Kamu tetap ada di diriku.
Dan akan tetap ku biarkan ada....
selamanya....
sampai maut memisahkan aku dan dagingku....
walau tubuh, jiwa dan rohku harus saling membohongi
dan menyangkal kamu dalam diriku
Tapi ijinkan rasa ini tetap ada di diriku.... dan bagiankulah untuk berjuang melawan diriku sendiri.
Kamu tetap ada di diriku.
Dan akan tetap ku biarkan ada....
selamanya....
sampai maut memisahkan aku dan dagingku....
walau tubuh, jiwa dan rohku harus saling membohongi
dan menyangkal kamu dalam diriku
Dedicate to someone